🔥 Terkini Berita Utama Nasional Teknologi Ekonomi Hiburan Olahraga Info Loker Otomotif Tips dan Trik Pertanian Sumatera Selatan Internasional
Kategori Berita 12 Kategori

© 2026 Kabar AI. Portal Berita Cerdas Terkini.

Otomotif

Bahaya Aquaplaning: Ini Cara Mencegah Kendaraan Terpeleset di Hujan

Wednesday, 23 September 2026 - 06:30 Oleh: Kabar AI 50 x dibaca 2 mnt baca
Audio Berita AI

Bahaya Aquaplaning: Ini Cara Mencegah Kendaraan Terpeleset di Hujan
💡

Intisari Berita (AI Summary)

Poin Kunci
  • Aquaplaning terjadi ketika lapisan air memisahkan ban dari aspal sehingga kendaraan kehilangan cengkeraman.
  • Kondisi ban yang aus atau tekanan angin yang tidak sesuai secara signifikan meningkatkan risiko hydroplaning.
  • Cara pencegahan utama adalah menjaga alur ban dalam, tekanan angin normal, dan mengurangi kecepatan di area genangan.
  • Saat mengalami aquaplaning, pengemudi harus melepas gas perlahan dan menjaga setir lurus tanpa mengerem mendadak.

Ban mobil yang kehilangan cengkeraman di jalan basah adalah mimpi buruk bagi setiap pengemudi. Fenomena ini dikenal sebagai aquaplaning atau hydroplaning, kondisi kritis di mana lapisan air tebal memisahkan ban dari aspal, membuat kendaraan terasa melayang dan sulit dikendalikan. Risiko ini meningkat drastis saat hujan deras atau genangan air cukup dalam, sehingga pemahaman teknis mengenai mekanisme kerja ban menjadi hal krusial untuk keselamatan berkendara.

Secara teknis, aquaplaning terjadi ketika kecepatan kendaraan tidak sebanding dengan kemampuan ban untuk menyedot air ke samping. Lapisan air menumpuk di depan tapak ban, menciptakan bantalan hidrolik yang mengangkat ban dari permukaan jalan. Akibatnya, gaya gesek antara ban dan aspal hilang total. Pengemudi akan merasakan setir menjadi ringan secara tiba-tiba dan mobil seolah-olah terdorong oleh arus air, bukan dikendalikan oleh input kemudi.

Iklan / Sponsor

Untuk mencegah kejadian ini, fokus utama ada pada kesehatan ban dan kecepatan berkendara. Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, karena ban yang kempes akan memperluas area kontak yang justru mengurangi efisiensi pembuangan air. Selain itu, perhatikan kedalaman alur ban (tread depth). Jika alur sudah aus di bawah 1,6 milimeter, kemampuan ban untuk menyalurkan air akan menurun drastis, meningkatkan risiko terpeleset di genangan tipis sekalipun.

Implikasinya, pengemudi wajib menyesuaikan kecepatan saat melintasi area yang berpotensi tergenang. Hindari pengereman mendadak atau manuver setir tajam saat mulai merasakan sensasi melayang. Teknik yang benar adalah melepas gas perlahan, menjaga setir lurus, dan membiarkan kendaraan melambat secara natural hingga ban kembali menyentuh aspal. Menghindari genangan air yang dalam juga menjadi strategi preventif yang paling efektif untuk menjaga stabilitas kendaraan.

Kesimpulannya, keselamatan di musim hujan bergantung pada kesiapan teknis kendaraan dan disiplin pengemudi dalam mengatur kecepatan. Rutin lakukan inspeksi visual terhadap kondisi ban dan tekanan angin sebelum melakukan perjalanan jauh. Dengan memahami bahaya aquaplaning dan menerapkan cara pencegahannya, risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali di jalan basah dapat diminimalkan secara signifikan.

🛍️

Rekomendasi Pilihan Pembaca

Penawaran Spesial Terkait Topik Ini
Shopee

Bagaimana Tanggapan Anda?

Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.

Bagikan Informasi Ini:
Bagikan ke WhatsApp
Tautan artikel berhasil disalin! 📋

Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 23 Sep 2026 06:30.

Lihat Sumber Asli

Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

💬 Share WA
Newsletter

Dapatkan Update Terkini

Berlangganan newsletter kami dan jadilah yang pertama menerima ringkasan berita pilihan.

Kami menjaga privasi Anda. Bebas spam.

K

Pasang Aplikasi Kabar AI

Akses berita terkini lebih cepat langsung dari layar HP Anda.