Bensin Batu Bara Resmi Diproduksi Indonesia, Prabowo Ungkap Rencana Energi
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan pada konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, bahwa pemerintah berencana meluncurkan produksi bensin berbahan bakar batu bara secara komersial mulai tahun 2027.
- Inisiatif ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor minyak mentah, menstabilkan harga bahan bakar, serta memanfaatkan cadangan batu bara domestik yang melimpah.
- Proyek pilot akan dibangun di wilayah Jawa Barat dengan dukungan dana negara dan swasta.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan pada konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, bahwa pemerintah berencana meluncurkan produksi bensin berbahan bakar batu bara secara komersial mulai tahun 2027. Inisiatif ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor minyak mentah, menstabilkan harga bahan bakar, serta memanfaatkan cadangan batu bara domestik yang melimpah. Proyek pilot akan dibangun di wilayah Jawa Barat dengan dukungan dana negara dan swasta.
Rencana produksi bensin batu bara ini merupakan kelanjutan kebijakan energi nasional yang telah mengedepankan diversifikasi sumber daya. Indonesia, sebagai penghasil batu bara terbesar keempat di dunia, selama ini mengandalkan batu bara untuk pembangkit listrik, sementara sektor transportasi masih bergantung pada minyak bumi impor. Pada 2023, nilai impor minyak mentah mencapai US$13 miliar, memicu tekanan pada neraca perdagangan. Pemerintah sebelumnya telah menguji teknologi sintesis bahan bakar cair (CTSB) di beberapa laboratorium, namun belum ada skala industri yang terbukti.
Teknologi yang akan diadopsi melibatkan proses gasifikasi batu bara menjadi gas sintesis, kemudian dikonversi menjadi bensin melalui proses FischerโTropsch. Konsorsium yang dipimpin oleh PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan dan Jepang, menargetkan kapasitas produksi 500 ribu barel per hari pada fase pertama. Investasi awal diperkirakan mencapai Rp45 triliun, dengan skema pembiayaan campuran antara dana pemerintah, obligasi hijau, dan partisipasi swasta. Jadwal pembangunan diproyeksikan selesai pada akhir 2026, menyusul uji coba operasional pada kuartal pertama 2026.
Jika berhasil, produksi bensin batu bara dapat menurunkan harga BBM di pompa hingga 5โ7 persen, sekaligus mengurangi impor minyak mentah hingga 30 persen dalam lima tahun ke depan. Namun, proyek ini juga menuai sorotan lingkungan karena proses gasifikasi menghasilkan emisi COโ yang signifikan. Pemerintah berjanji akan mengintegrasikan teknologi penangkap dan penyimpanan karbon (CCS) untuk menekan dampak iklim, sekaligus memanfaatkan pengalaman China yang sudah mengoperasikan pabrik serupa sejak 2019.
Ke depan, Kementerian Energi akan mengeluarkan regulasi standar kualitas bensin batu bara serta insentif fiskal bagi produsen dan konsumen. Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pionir energi terbarukan berbasis batu bara bersih, sambil terus memperkuat ketahanan energi nasional. Implementasi proyek ini akan dipantau oleh Badan Pengawas Energi untuk memastikan kepatuhan lingkungan dan keamanan pasokan.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik IniMS Termos Stainless Panas & Dingin Vacuum Flask Thermos Tumbler Stainless Steel 300ML 500ML 800ML 1000ML
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 21 Sep 2026 01:09.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!