Mobil Terjun ke Sungai Batang Serangan, 3 Orang Tewas di Langkat
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Pada Rabu (12 September 2026), sebuah mobil penumpang tiba‑tiba meluncur dari jalan beraspal di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan terjun ke Sungai Batang Serangan.
- Tiga penumpang yang berada di dalam kendaraan—dua pria berusia 28 dan 34 tahun serta seorang wanita berusia 45 tahun—dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
- Polisi setempat dan tim SAR segera mengevakuasi mayat serta barang bukti, sementara saksi mata melaporkan suara keras mobil menabrak tepi sungai sebelum menghilang di dalam air.
Pada Rabu (12 September 2026), sebuah mobil penumpang tiba‑tiba meluncur dari jalan beraspal di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan terjun ke Sungai Batang Serangan. Tiga penumpang yang berada di dalam kendaraan—dua pria berusia 28 dan 34 tahun serta seorang wanita berusia 45 tahun—dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Polisi setempat dan tim SAR segera mengevakuasi mayat serta barang bukti, sementara saksi mata melaporkan suara keras mobil menabrak tepi sungai sebelum menghilang di dalam air.
Menurut keterangan Bhabinkamtibmas setempat, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi pada jalur berkelok tajam yang tidak dilengkapi dengan pagar pengaman. Pada saat itu, hujan deras mengguyur wilayah Batang Serangan, membuat permukaan jalan licin. Kombinasi antara kecepatan berlebih, kondisi jalan basah, dan kurangnya perlindungan tepi sungai menjadi faktor utama yang memicu mobil meluncur hingga terjatuh ke dalam aliran sungai yang deras.
Tim SAR yang dikerahkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat berhasil mengevakuasi dua korban yang masih hidup, namun kondisi mereka tidak dapat diselamatkan karena luka parah. Salah satu saksi, Budi Santoso (45), menyatakan, “Saya melihat mobil itu melaju kencang, lalu tiba‑tiba menabrak batu besar di pinggir sungai dan terbalik. Airnya sangat deras, saya takut‑takut.” Polisi setempat, Kombes Pol. Agus Prasetyo, menegaskan bahwa penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan apakah faktor kelelahan pengemudi atau kerusakan teknis turut berperan.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan jalan di wilayah pedesaan Sumatera Utara. Data Dinas Perhubungan Provinsi Sumut mencatat bahwa kecelakaan serupa meningkat 18 % pada kuartal kedua 2026, terutama di daerah dengan infrastruktur jalan yang minim pagar pembatas. Ahli transportasi, Dr. Siti Nurhaliza, menambahkan, “Pemasangan pagar pengaman di tepi sungai serta perbaikan drainase jalan harus menjadi prioritas pemerintah daerah untuk mencegah tragedi serupa.”
Polisi telah menutup akses jalan di lokasi kejadian hingga proses penyelidikan selesai. Keluarga korban kini menunggu proses identifikasi jenazah dan penyelidikan resmi. Pemerintah Kabupaten Langkat berjanji akan mempercepat perbaikan infrastruktur dan meningkatkan pengawasan terhadap kecepatan kendaraan di area rawan kecelakaan. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengurangi kecepatan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melintasi jalan berbahaya.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik Iniban metic tubeless ukuran 80/90 14 dan 90/90 ring 14 cocok untuk motor beat vario mio genio fino xeon
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 21 Sep 2026 01:07.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!