NBS‑Agroforestry Kick‑Off di Desa Wonosari Pegandon: Kendal Siap Tumbuh Hijau
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Desa Wonosari Pegandon di Kabupaten Kendal menjadi saksi peluncuran Program NBS‑Agroforestry, sebuah inisiatif pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
- Pada tanggal 12 April 2024, acara kick‑off dihadiri oleh Bupati Kendal, Direktur Jenderal Pangan, dan para petani setempat.
- Program ini memanfaatkan pendekatan Net‑Zero Bio‑Sustainability (NBS) dengan menanam pohon rindang di sekitar ladang, sehingga dapat menahan erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan menambah pendapatan petani melalui penjualan buah.
Desa Wonosari Pegandon di Kabupaten Kendal menjadi saksi peluncuran Program NBS‑Agroforestry, sebuah inisiatif pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
Pada tanggal 12 April 2024, acara kick‑off dihadiri oleh Bupati Kendal, Direktur Jenderal Pangan, dan para petani setempat. Program ini memanfaatkan pendekatan Net‑Zero Bio‑Sustainability (NBS) dengan menanam pohon rindang di sekitar ladang, sehingga dapat menahan erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan menambah pendapatan petani melalui penjualan buah.
Kegiatan dimulai dengan sesi pelatihan singkat mengenai teknik agroforestry, diikuti oleh penanaman pohon kenari dan jati. Data awal menunjukkan bahwa setiap hektar ladang yang dilengkapi sistem agroforestry dapat meningkatkan hasil panen gandum hingga 20 % dan menurunkan kebutuhan pupuk kimia hingga 30 %. Petani lokal, seperti Budi Santoso, mengaku antusias karena program ini juga menyediakan akses kredit mikro untuk membeli bibit.
Poin penting lainnya adalah kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lingkar TV, yang akan memantau perkembangan proyek melalui media sosial dan laporan bulanan. Selain itu, pemerintah daerah berjanji akan menyediakan fasilitas penyuluhan lanjutan serta insentif fiskal bagi petani yang berhasil menerapkan praktik agroforestry.
Dengan dukungan semua pihak, Desa Wonosari Pegandon diharapkan menjadi contoh sukses di wilayah Jawa Tengah. Langkah selanjutnya adalah memperluas program ke 15 desa lain di Kendal pada akhir tahun 2024, sekaligus menyiapkan sistem monitoring data berbasis aplikasi mobile untuk memastikan keberlanjutan proyek.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik IniBagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 21 Sep 2026 03:00.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!