🔥 Terkini Berita Utama Nasional Teknologi Ekonomi Hiburan Olahraga Info Loker Otomotif Tips dan Trik Pertanian Sumatera Selatan Internasional
Kategori Berita 12 Kategori

© 2026 Kabar AI. Portal Berita Cerdas Terkini.

Sumatera Selatan

Pemeriksaan Karhutla 24 Jam di Musi Banyuasin: Menara Api 32 Meter Siap Tanggap

Wednesday, 30 September 2026 - 23:01 Oleh: Kabar AI 2 x dibaca 1 mnt baca
Audio Berita AI

Pemeriksaan Karhutla 24 Jam di Musi Banyuasin: Menara Api 32 Meter Siap Tanggap
💡

Intisari Berita (AI Summary)

Poin Kunci
  • Menara api 32 meter di Distrik Sembilang memantau karhutla nonstop 24 jam
  • Petugas Dinas Lingkungan Hidup Muba mengawasi potensi kebakaran hutan dan lahan
  • Sistem terintegrasi melibatkan sensor, CCTV, satelit, dan patroli darat
  • Langkah ini bertujuan mendeteksi kebakaran lebih awal dan melindungi lingkungan

Para petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan telah mengaktifkan menara api setinggi 32 meter di Distrik Sembilang untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nonstop selama 24 jam.

Pengoperasian menara ini dimulai pada pagi hari, dengan para petugas yang bertugas meninjau sinyal asap, suhu udara, dan kelembapan tanah melalui sensor terintegrasi. Menara ini menjadi bagian dari jaringan pemantauan karhutla nasional yang menggabungkan kamera CCTV, data satelit, dan patroli darat.

Iklan / Sponsor

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba, langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih awal. “Kami menempatkan menara di titik strategis untuk mengawasi area hutan yang rawan, sehingga tim respons dapat segera menindaklanjuti setiap indikasi kebakaran,” ujar beliau.

Selain fungsi deteksi, menara api juga berfungsi sebagai titik koordinasi bagi tim pemadam kebakaran. Setiap alarm yang terdeteksi langsung dikirim ke pusat komando, sehingga operasi pemadaman dapat diprioritaskan. Menara ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit, memungkinkan petugas tetap terhubung meski di daerah terpencil.

Dengan adanya pemantauan 24 jam, Muba berharap dapat mengurangi dampak kebakaran hutan, melindungi keanekaragaman hayati, dan menjaga kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini juga menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mengimplementasikan teknologi pemantauan karhutla secara efektif.

🛍️

Rekomendasi Pilihan Pembaca

Penawaran Spesial Terkait Topik Ini
Shopee

Bagaimana Tanggapan Anda?

Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.

Bagikan Informasi Ini:
Bagikan ke WhatsApp
Tautan artikel berhasil disalin! 📋

Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 30 Sep 2026 23:01.

Lihat Sumber Asli

Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

💬 Share WA
Newsletter

Dapatkan Update Terkini

Berlangganan newsletter kami dan jadilah yang pertama menerima ringkasan berita pilihan.

Kami menjaga privasi Anda. Bebas spam.

K

Pasang Aplikasi Kabar AI

Akses berita terkini lebih cepat langsung dari layar HP Anda.