Profesor UB Tawarkan Inovasi Penyuluhan Pertanian Modern
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- UB mengembangkan sistem penyuluhan pertanian berbasis digital dan data analitik.
- Uji coba menunjukkan efisiensi penggunaan input pertanian meningkat hingga 20 persen.
- Metode baru ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan menjaga kelestarian lingkungan.
- Program direncanakan diperluas ke wilayah sentra pangan nasional melalui kerja sama lintas sektor.
Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan pendekatan baru dalam sistem penyuluhan pertanian yang berfokus pada digitalisasi dan pendampingan berbasis data. Inisiatif ini bertujuan mengatasi kesenjangan informasi antara petani dan pembaruan teknologi agrikultur terkini di Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menekan biaya operasional petani.
Ketua tim peneliti dari Fakultas Pertanian UB menjelaskan bahwa metode konvensional sering kali kurang efektif karena keterbatasan akses informasi real-time. Dengan pendekatan baru ini, penyuluh akan menggunakan aplikasi mobile dan dashboard analitik untuk memonitor kondisi tanah, cuaca, serta harga komoditas secara langsung. Sistem ini memungkinkan petani menerima rekomendasi spesifik sesuai profil lahan mereka, bukan lagi nasihat umum yang bersifat generik.
Implementasi program ini telah diuji coba di beberapa desa binaan di Jawa Timur dan menunjukkan hasil positif. Data awal menunjukkan adanya peningkatan efisiensi penggunaan pupuk dan pestisida hingga 20 persen dalam uji coba pertama. Selain itu, tingkat adopsi varietas benih unggul juga mengalami kenaikan signifikan karena petani kini memiliki akses ke edukasi visual yang lebih mudah dipahami melalui media digital interaktif.
Pendekatan ini juga mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan dengan mendorong praktik pertanian presisi. Dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia berlebih, metode ini diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah jangka panjang. Para ahli menilai bahwa transformasi digital dalam penyuluhan adalah kunci utama untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
Ke depan, UB berencana memperluas cakupan program ini ke wilayah-wilayah sentra pangan lainnya di Indonesia melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Diharapkan, model ini dapat direplikasi secara nasional guna menciptakan ekosistem pertanian yang lebih cerdas, efisien, dan menguntungkan bagi seluruh pelaku usaha tani.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik IniBlender Philips HR2042/13 1 Liter - Merah, Desain Elegan, Mudah Dibersihkan
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 22 Sep 2026 22:03.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!