Analisis: Sentilan Hashim dan Bahaya Laten Praktik Goreng Saham di RI
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Ketua Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo secara tegas meminta pengusaha menghentikan praktik goreng saham.
- Praktik manipulasi harga saham dinilai merugikan investor ritel dan merusak citra iklim investasi Indonesia.
- Imbauan ini menjadi momentum penting bagi OJK dan BEI untuk memperketat pengawasan demi terciptanya tata kelola pasar modal yang sehat.
Pernyataan menohok datang dari Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo. Dalam seruan terbukanya di Jakarta, Hashim secara tegas meminta para pengusaha anggota Kadin untuk segera menghentikan praktik goreng saham. Langkah ini bukan sekadar imbauan moral, melainkan cerminan dari kegelisahan mendalam atas rusaknya ekosistem pasar modal akibat manipulasi harga yang menguntungkan segelintir spekulan dengan mengorbankan investor ritel.
Ancaman Nyata Bagi Kepercayaan Pasar Modal
Di tengah upaya Indonesia menarik investasi berkualitas, praktik manipulasi harga saham menjadi benalu dalam pasar keuangan domestik. Hashim menegaskan bahwa dunia usaha Indonesia seharusnya mengedepankan etika bisnis dan transparansi demi reputasi ekonomi nasional. Fenomena semacam ini tidak hanya menciptakan ilusi likuiditas, tetapi juga merusak nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya berpotensi tumbuh secara berkelanjutan.
Secara analitis, ketegangan antara pertumbuhan kapitalisasi pasar yang riil dan manipulatif telah lama menjadi isu mendasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketika oknum pengusaha sengaja mengondisikan harga saham demi keuntungan jangka pendek, kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal langsung merosot. Investor ritel yang jumlahnya melonjak pesat dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi pihak paling dirugikan akibat terjebak pada puncak harga buatan.
Dampak Sistemik dan Urgensi Penegakan Hukum
Jika praktik kurang terpuji ini terus dibiarkan tanpa sanksi tegas, dampaknya dapat meluas hingga merusak kredibilitas Indonesia di mata investor institusional global. Lembaga pemeringkat dan dana kelolaan asing cenderung menghindari pasar yang rentan terhadap intervensi spekulatif tak sehat. Oleh karena itu, teguran dari internal Kadin ini hendaknya disambut dengan pengawasan yang jauh lebih responsif dan agresif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Seruan Hashim Djojohadikusumo ini harus dijadikan momentum pembenahan total bagi dunia bisnis Tanah Air. Pasar modal yang transparan dan berbasis tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) adalah fondasi utama perekonomian nasional. Pengusaha Indonesia dituntut membuktikan bahwa keberhasilan finansial diraih melalui inovasi dan kinerja nyata, bukan permainan spekulasi semata.
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Redaktur Senior Ekonomi & Bisnis
Pengamat pasar modal, dinamika makroekonomi nasional, keuangan perbankan, regulasi perpajakan, dan kebijakan fiskal dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di media pers keuangan.
Komentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!